KORELASI ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI LABORATORIUM PRAMITA SAMANHUDI

Authors

  • Iin Kurnia 2Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Poltek Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Emma Ismawatie 2Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Poltek Indonusa Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.549

Keywords:

Diabetes Mellitus, HbA1c, Kreatinin, Korelasi

Abstract

Diabetes Mellitus  (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang disebabkan oleh berbagai sumber. Salah satu tanda Diabetes Mellitus (DM) adalah tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena insufisiensi fungsi insulin. Kadar gula yang tinggi akan membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kadar gula berlebih ke dalam urin. Apabila kondisi ini dibiarkan terjadi dalam jangka waktu yang lama, ginjal dapat rusak dan perlahan-lahan kehilangan fungsinya untuk menyaring zat sisa atau racun. Hiperglikemia pada DM  dimulai dengan pembentukan HbA1c yang menyebakan pembuluh - pembuluh darah  kecil mengalami penyumbatan, yang mengakibatkan komplikasi mikrovaskular salah satunya  nefropati diabetikum. Komplikasi nefropati diabetikum pada penderita DM dapat dinilai dengan pemeriksaan Kreatinin serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 171 pasien  usia dewasa (43.3 %) dan lansia( 56.7%) yang terindikasi Diabetes melltus yang melakukan pemeriksaan HbA1c dan Kreatinin, dengan instrumen data rekam medis Januari- Mei 2024. 171 pasien terdiri dari 44.4% laki-laki dan 55.6% perempuan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan nilai rho sebesar 0.226 dan nilai p-value  sebesar 0,003 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi positif lemah antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus di Laboratoium pramita Samanhudi. Kedua variabel meningkat bersamaan. Artinya ketika kadar HbA1c meningkat, kadar kreatininin juga terjadi peningkatan.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Ahat, F. (2023). Korelasi Kadar HbA1c Dengan Kadar Kreatinin Pada Pasien Diabetes melltus Kronis. THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST, 6(2), 178–183. https://doi.org/10.30651/jmlt.v6i2.20442

Alfonso, A. A., Mongan, A. E., & Memah, M. F. (2016). Gambaran kadar kreatinin serum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis. In Jurnal e-Biomedik (eBm) (Vol. 4, Issue 1).

Ardiany, D., Soelistijo, S. A., Sutjahjo, A., & Tjokroprawiro, A. (2017). Hemoglobin A1C as the Strongest Influencing Factor in relation to Vascular Stiffness in Type 2 Diabetes Mellitus-Metabolic Syndrome Patients.

Majid, F., Brodus Uwan, W., & Zakiah, M. (2020). Hubungan kadar HbA1c terhadap laju filtrasi glomerulus dan proteinuria pada penderita diabetes melltus tipe 2. In Jurnal Cerebellum (Vol. 6, Issue 1).

Mawarni, I. (2023). Gambaran Kadar Kreatinin pada Penderita Diabetes melltus Tipe II di RSUD Kota Palangka Raya Periode Januari 2022–April 2022. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Nina, N., Purnama, H., Adzidzah, H. Z. N., Solihat, M., Septriani, M., & Sulistiani, S. (2023). Determinan Risiko dan Pencegahan terhadap Kejadian Penyakit Diabetes melltus Tipe 2 pada Usia Produktif di Wilayah DKI Jakarta. Journal of Public Health Education, 2(4), 377–385. https://doi.org/10.53801/jphe.v2i4.148

Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2014). Dasar-Dasar Metodologi Klinis Edisi Ke-4. Dasar-Dasar Metodologi Peneltian Klinis.

Selano, M. K. (2021). HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KEJADIAN NEUROPATI DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELLTUS THE RELATIONSHIP OF LONG SUFFERING WITH THE EVENT OF DIABETIC NEUROPATY IN DIABETES MELLITUS PATIENTS. JurnalSmart Keperawatan, 8(2), 129–134.

Setiawan, M. (2011). Pre-diabetes dan peran HbA1c dalam skrining dan diagnosis awal diabetes melltus. Saintika Medika, 7(1).

Sri Harvita Sari Marpaung. (2019). Mengidentifikasi Masalah Dalam Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Yang Menderita Diabetes Mellitus. Jurnal, 1(4), 1–5.

Sukma, V. (2022). HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN KADAR KREATININ SERUM PADA PENDERITA DIABETES MELLTUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN HUSADA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2022. Medical Profession Journal of Lampung, 12(2), 224–230.

Wang, M., & Hng, T.-M. (2021). HbA1c: More than just a number. Australian Journal of General Practice, 50(9), 628–632.

Wayunah, W., Hidayatin, T., & Ayunda, A. (2020). RELATIONSHIP OF ELF CARE MANAGEMENT AS AN EFFORT TO CONTROL BLOOD GLUCOSE LEVELS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS: A LITERATURE REVIEW. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 8(2), 267–274.

Yulianti, T. S., Diyono, D., & Margiyani, U. (2023). HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RENAL UNIT RUMAH SAKIT Dr. OEN KANDANGSAPI SOLO. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 85–92.

Downloads

Published

2024-08-24

How to Cite

Kurnia, I., & Ismawatie, E. (2024). KORELASI ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI LABORATORIUM PRAMITA SAMANHUDI. Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 148–154. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.549

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.