FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA

Authors

  • Raja Alimatul Musthofia Fakultas Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
  • Widawati Widawati Fakultas Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia
  • Etry Gustiana Fakultas Kesehatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v2i1.642

Keywords:

Asupan energi, Bblr, kebiasaan makan, Stunting

Abstract

 Stunting  merupakan suatu kondisi yang muncul akibat gizi buruk kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimana pada saat ini terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat. Beberapa faktor yang mempengaruhi stunting  adalah BBLR, kebiasaan makan dan asupan energi.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan BBLR, kebiasaan makan dan asupan energi balita dengan kejadiaan stunting  pada balita. Jenis penelitian adalah penelitian kuatitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case control yaitu variabel independen (BBLR, kebiasaan makan dan asupan energi) dan variabel dependen (stunting) diteliti secara bersamaan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Populasi pada penelitian ini 333 balita. Jumlah sampel kasus diambil secara total sampling berjumlah 24 balita dan jumlah sampel kontrol secara systematic random sampling berjumlah 24 balita. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara, pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner SQ FFQ. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Chi Square. Hasil Analisa univariat diperoleh 19 (39,6%) balita memiliki BBLR, 32 (66,7 %) balita memiliki kebiasaan makan tidak baik, 27 (56,2¬ %) balita memiliki asupan energi kurang, dan 24 (50%) balita menderita stunting. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara asupan energi (p= 0,004) dengan kejadian stunting  dan tidak ada hubungan antara BBLR, kebiasaan makan dengan kejadian stunting. Berdasarkan penelitian ini diharapkan balita dapat meningkatkan asupan energi dan memperbaiki kebiasaan makan.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

AAmelia, F. (2022). Jurnal Biology Education Volume. 10 Nomor 1 Edisi Khusus 2022. Jurnal Biology Education, 10(2018), 12–22.

Anshori, H. Al, & Nuryanto. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12‐24 Bulan (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Journal of Nutrition College, 2(4).

D Kandou, G. (2009). Kebiasaan Makan Makanan Etnik Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 3(2), 53–57. https://doi.org/10.24893/jkma.v3i2.59

Damayanti, R. A., Muniroh, L., & Farapti, F. (2017). Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Pada Balita Stunting Dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia, 11(1), 61. https://doi.org/10.20473/mgi.v11i1.61-69

Ernawati, A. (2020). Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 16(2), 77–94. https://doi.org/10.33658/jl.v16i2.194

Hartiningrum, I., & Fitriyah, N. (2016). BAYI BERAT LAHIR RENDAH ( BBLR ) DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2012-2016. 97–104.

Hidayat, A. A. A. (2018). metodologi penelitian keperawatan dan kesehatan (A. A. A. Hidayat (ed.); salemba me). penelitian, metode.

Kant, I., & Lampus, P. B. . (2013). Gambaran Kebiasaan Makan Masyarakat di Perumahan Allandrew Permai Kelurahan Malalayang I Lingkungan XI Kota Manado. TEION KOGAKU (Journal of Cryogenics and Superconductivity Society of Japan), 53(2), 88–95. https://doi.org/10.2221/jcsj.53.68

Kemenkes. (2017). Data dan Informasi: Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.

Kemenkes. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2020.

Kemenkes. (2022). Survey Konsumsi Pangan.

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.

Margawati, A., & Astuti, A. M. (2018). Pengetahuan ibu, pola makan dan status gizi pada anak stunting usia 1-5 tahun di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(2), 82–89. https://doi.org/10.14710/jgi.6.2.82-89

Maulida. (2022). Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Status Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur Tahun 2021. Getsempena Health Science Journal |, 1(1), 19–35. https://ejournal.bbg.ac.id/ghsj

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), 268–278. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i3.art.p268-278

Muliyati, H., Purba, T. H., Hasnidar, H., & Rahmi, N. (2021). Studi Case Control: Kebiasaan Makan Dan Hubungannya Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Desa Padende Kecamatan Marawola. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.34305/jikbh.v12i1.252

Murti, F. C., Suryati, S., & Oktavianto, E. (2020). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr)Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 16(2), 52. https://doi.org/10.26753/jikk.v16i2.419

Nasution, D., Nurdiati, D. S., & Huriyati, E. (2014). Jurnal Gizi Klinik Indonesia Berat badan lahir rendah ( BBLR ) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. 11(01), 31–37.

Nugroho, M. R., Sasongko, R. N., & Kristiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2269–2276. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169

Patimah, S. (2021). Stunting Mengancam Human Capital. Yogyakarta: Deepublish.

Puspadewi, R. H., & Briawan, D. (2014). Persepsi Tentang Pangan Sehat, Alasan Pemilihan Pangan dan Kebiasaan Makan Sehat Pada Mahasiswa. Jurnal Gizi Dan Pangan, 9(3), 211–218.

Qolbi, P. A., Munawaroh, M., & Jayatmi, I. (2020). Hubungan Status Gizi Pola Makan dan Peran Keluarga terhadap. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(4), 167–175.

Rachmad, M. (2021). Metodologi Penelitian Gizi dan Kesehatan (E. K. Yudha (ed.)). Buku Kedokteran.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide - Stunting dan Upaya Pencegahannya. In Buku stunting dan upaya pencegahannya.

Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting. Semnas LPPM, 28–35.

Riau, P. K. P. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Riau. In Dinkes profinsi Riau.

Rochmatun Hasanah, Fahimah Aryani, & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.59025/js.v2i1.54

Saadah, N. (2020). Modul Deteksi Dini Pencegahan dan Penanganan Stunting. Surabaya: Scopindo.

Saadah, N., Hanifah, A. N., & Prakosa, H. (2021). Buku Panduan Praktis Pencegahan dan Penanganan Stunting. Surabaya: Scopindo.

Saragih, F. E., Anggraini, I., Silviana, S., & Diansyah, A. (2021). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Collaborative Medical Journal (CMJ), 4(3), 1–8.

Sinaga, T. R., Purba, S. D., Simamora, M., Pardede, J. A., & Dachi, C. (2021). Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Batita. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 11(3), 493–500. https://doi.org/10.32583/pskm.v11i3.1420

Sohilait, E. (2020). Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika. In Pustaka Ramadhan (Vol. 53, Issue Nopember). Bandung: Cakra.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sundari, B., Rizqiawan, A., Amelia, W. R., Leoni, A. P., Syauqy, A., Laksmi, P. W., Wijayanti, A., & Nofi, L. S. (2023). Hubungan Status Fungsional dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Pasien Penyakit dalam di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Journal of The Indonesian Nutrition Association, 46(1), 35–42. https://doi.org/10.36457/gizindo.v46i1.756

Uce, L. (2018). Pengaruh Asupan Makanan Terhadap Kualitas Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini. Bunayya Jurnal Pendidikan Anak, 4(2), 79–92.

Ulfa, R. (2021). Variabel Dalam Penelitian Pendidikan. Al-Fathonan: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 342–351. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.554

Widyawaty, E. D. (2019). Hubungan Riwayat Status Gizi Ibu Saat Hamil Dengan Berat Badan Lahir. NersMid: Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 2(1), 1–7.

Zaki, M., & Saiman, S. (2021). Kajian tentang Perumusan Hipotesis Statistik Dalam Pengujian Hipotesis Penelitian. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(2), 115–118. https://doi.org/10.54371/jiip.v4i2.216

Downloads

Published

2025-01-31

How to Cite

Musthofia, R. A., Widawati, W., & Gustiana, E. (2025). FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA . Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna, 2(1), 7–13. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v2i1.642

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.