HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETANI DUSUN KRAJAN PONOROGO

Authors

  • Sudarti Sudarti Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Yoki Setyaji Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.622

Keywords:

Feses, Personal Hygiene, Soil Transmitted Helminth

Abstract

Petani memiliki resiko terinfeksi Soil Transmitted  Helminh (STH) akibat kontak dengan tanah yang terkontaminasi telur STH saat bekerja. Resiko penyakit kecacingan ini berhubungan dengan kebiasaan personal hygiene para petani setelah bekerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Soil Transmitted  Helminth yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene oleh petani. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Krajan Ponorogo. Sampel penelitian yaitu 46 sampel feses petani. Instrumen penelitian yaitu pemeriksaan sampel feses dengan metode direk serta wawancara kebiasaan personal hygiene petani. Metode analisa data adalah Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan persentase keberadaan STH pada feses petani sebanyak (4,4%) dengan jenis STH yang ditemukan adalah telur Hookworm dan hasil lainya negatif (95,6%). Petani yang mencuci tangan setelah bekerja sebanyak 37 responden (80,4%). Petani yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebanyak 25 responden (54,3%). Petani yang rajin memotong kuku sebanyak 35 responden (76,1%). Petani yang memakai alas kaki saat bekerja sebanyak 13 responden (28,3%). Petani yang memakai sarung tangan saat bekerja sebanyak 8 responden (17,4%). Didapatkan rata-rata petani dengan personal hygiene baik didapatkan persentase 47,8% yaitu sejumlah 22 responden dan petani dengan personal hygiene yang kurang baik didapatkan persentase 52,2% yaitu sejumlah 24 responden. Hasil analisa menunjukkan bahwa keberadaan Soil Transmitted  Helminth tidak berhubungan dengan personal hygiene petani (p>0,05). Diperlukan edukasi kepada petani mengenai personal hygiene yang baik dan penggunaan APD saat bekerja di sawah.

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Anwar, K. (2019). Identifikasi Nematoda Usus Strongyloides Stercoralis pada Sayuran Bayam dan Kembang Kol yang Dijual di Pasar Legi Kabupaten Jombang. Doctoral Dissertation, Jombang: STIKes Insan Cendekia Medika Jombang.

Ariwati, N. (2017). Infeksi Ascaris lumbricoides. Bali. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 1-15.

Astuti, D. S. P. (2018). Perbedaan Modifikasi Metode Flotasi Menggunakan Larutan Znso4 dan Nacl Jenuh Terhadap Hasil Pemeriksaan Jumlah Telur Cacing, Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.

Devi Astuti, Erna Magga, Makhrajani Majid, & Abidin Djalla. (2019). Hubungan Penyakit Kecacingan Dengan Status Gizi Anak Pada Sekolah Dasar Muhammadiyah Jampu Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 2(2), 284–292. https://doi.org/10.31850/makes.v2i2.151

Dwinata, I. M., Apsari, I. A. P., Suratma, N. A., dan Oka, I. B. M. (2017). No. Modul Identifikasi Parasit Cacing., Bali: FKH Udayana.

Garcia, L. S. (2009). Practical Guide to Diagnostic Parasitology, Edisi Kedua.

Hairani, B. (2015). Keberadaan Telur dan Larva Cacing Tambang pada Tanah di Lingkungan Desa Sepunggur dan Desa Gunung Tinggi Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Tahun 2014. Jurnal Vektor Penyakit.

Hidajati, S. B. S., Dachlan, Y. P., dan Yotopranoto, S. (2012). Atlas Parasitologi Kedokteran. Surabaya: EGC.

Hidayati, N. (2014). Kato Katz diakses pada 24 Mei 2022 dari, https://www.scribd.com/doc/220184632/KATO-KATZ.

Hung, B.K., De, N.V., Duyet, V., Chai, J. . (2016). Prevalence of Soil-Transmitted Helminths and Molecular Clarification of Hookworm Species in Ethnic Ede Primary Schoolchildren in Dak Lak Province Southern Vietnam. Korean Journal Parasitology, 54(4): 471-6.

Idayani, S., Trisnadew, N. W., Pramest, T. A., Lisnawat, N. K., Gst., I. P., & Sutrisna, P. A. F. (2022). Edukasi Bahaya Soil Transmited Helminths (STH) dengan Meningkatkan Pencegahan Kecacingan. Jurnal Pengabdian Mandiri, 1(1), 8.

Irianto, K. (2013). Parasitologi Medis. Bandung: Alfabeta.

Kusumawardani, N. A., Sulistyaningsih, E., & Komariah, C. (2020). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak Sekolah Dasar di Jember. Pustaka Kesehatan, 7(1), 45. https://doi.org/10.19184/pk.v7i1.17591

Lalangpuling, I. E. (2020). Prevalensi Kecacingan dan Hubungan Dengan PHBS Pada Anak Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomut Kota Manado. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 7(1), 26. https://doi.org/10.32807/jambs.v7i1.166

Martila, M., Sandy, S., & Paembonan, N. (2016). Hubungan Higiene Perorangan dengan Kejadian Kecacingan pada Murid SD Negeri Abe Pantai Jayapura. Jurnal Plasma, 1(2), 87–96. https://doi.org/10.22435/plasma.v1i2.4538.87-96

O’Connell, E. M., dan Nutman, T. B. (2016). Molecular Diagnostics for Soil Transmitted Helminths. The American journal of tropical medicine and hygiene, 95(3): 508.

Paniker, C.K.J., Ghosh, S. (2013). Paniker’s Textbook of Medical Parasitology, Edisi Kedelapan. New Delhi: Jaypee Brothers Medica.

Pujiana, D., Barlian, B., & Yuniza, Y. (2022). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kejadian Helminthiasis Pada Anak Sekolah Dasar Di Sd N X Campang Tiga Kecamatan Cempaka. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 9(1), 29–33. https://doi.org/10.32539/jks.v9i1.114

Putra, T. (2020). Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Anak Balita di Kelurahan Rimbo Jaring Lubuk Buaya. Doctoral Dissertation, . Padang: Universitas Perintis Indonesia.

Putra, T. R. . (2010). Ascariasis. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 10(2): 109-116.

Rahmawati, Z. R., Hermansyah, B., Efendi, E., Armiyanti, Y., Nurdian, Y., & Utami, W. S. (2020). Association between Personal Hygiene and Incidence of Soil-Transmitted Helminthiasis among Workers at Widodaren Plantation in Jember Regency. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 6(1), 7. https://doi.org/10.19184/ams.v6i1.9593

Saputro, B. (2015). Internalisasi Nilai - Nilai Islam Dalam Meminimalkan Infeksi Soil Transmitted Helminth Pada Petani.

Sutanto, I., I. S. Ismid, P. K. Sjariffudin, dan S. S. (2008a). No Titl. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat. Jakarta: Badan Penerbit FK UI.

Vavricka, S.R., Manz, M., Burri, E. (2009). Image of the mouth of Trichuris trichiura. Clinical Gastroenterology And Hepatology, Swiss: Swiss National Science Foundation.

Wardani, S. K. (2016). Perbandingan Profil Kadar IL-5 dan Jumlah Eosinofil pada Petani yang Terinfeksi Soil Transmitted Helminth di Dusun Sumberagung Kecamatan Gurah dan Dusun Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Jurnal Biosains Pascasarjana, 18(1): 64-78.

WHO. 2015. Soil Transmitted Helminth infection. Diakses pada 24 April 2024 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections.

Downloads

Published

2024-09-10

How to Cite

Sudarti, S., & Setyaji, Y. (2024). HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETANI DUSUN KRAJAN PONOROGO. Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 339–344. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.622

Issue

Section

Articles