PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM BTA TERHADAP METODE PCR (GENEXPERT) PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU

Authors

  • Helio Reinaldo da Silva Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Indonusa Surakarta, Timor-Leste
  • Yulita Maulani Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.656

Keywords:

mikroskopik; Tb paru; TCM (genexpert)

Abstract

Menurut WHO, tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Sebagian besar penyakit ini menyerang diwilayah berkembang. Tuberculosis merupakan penyakit yang dapat menular yang diakibatkan dari bakteri Mycobacterium Tuberkulosis,bakteri ini lebih banyak menyerang paru-paru (Tuberkulosis paru),serta bisa menyerang bagian tubuh lainnya (Tuberkulosis ekstraparu), Tujuan penelitian ialah memperoleh perbandingan hasil pemeriksaan mikroskopis sputum BTA terhadap metode pcr ( genexpert ) pada pasien tuberculosis dengan metode Random sampling/ acak sederhana yang menjelaskan tentang perbandingan antara variabel hasil pemeriksaan BTA metode mikroskopis dan Genexpert pada penderita TB paru yang menggunakan pendekatan cross sectional yaitu Dimana data diambil dari rekam medis sesuai dengan variabel yang diteliti Dari hasil pengamatan pada sputum suspek tuberkulosis paru yang telah periksa dan didapatkan hasil pada jenis kelamin Pria dan Wanita tidak seimbang yaitu pria 48 orang ( 64,0% ) dan Wanita 27 orang atau 36,0% ,positif terbanyak 21 orang atau 28,0% dan ditemukan hasil Negatif sebanyak 54 orang (72,0%), pemeriksaan GeneXpert/TCM ditemukan MTB Detected sebanyak 29 orang (38,7%) dan tidak di temukan (MTB Not Detected) sebanyak  46 orang (61,3%).

Downloads Statistics

Download data is not yet available.

References

Achmadi, A., Mardiah, M. M., & Wahyu, S. (2021). Penerapan Pemantapan Mutu Internal terhadap Kualitas Sediaan Pewarnaan Ziehl Nielsen untuk Deteksi Mycobacterium TB. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 3(3), 124–133. https://doi.org/10.36590/jika.v3i3.192

Anggraini. D. S, 2017. Stop Tuberkulosis. Penerbit Citra InsanMadani. Bogor 2.

ArtoYuwonoSoeroto. Tuberkulosis.Kompendium Tatalaksana Penyakit Respirasi & Kritis Paru.Jilid I. Perpari.2012 : 129-141. tuberculosis pada Fase Awal.cJurnal. Program Studi Pendidikan

Bestari, G dan Adang.2017. Perbedaan Kadar Leukosit Sebelum dan Sesudah Pemberian Obat Anti Tuberkulosis Merupakan Penyakit Infeksi yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat. Jurnal. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara 9. Icksan, A. G danLuhur, R. 2018.

Darmonto, Available from: URL: http://www.scribd.com/doc/17641206/GlobalTBReport-Fullreport2016. 7. Guyton AC, Hall JE. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi ke-11.EGC. Jakarta 8. Hiswani.2017.

Diagnosis, Treatment, Public Health Tuberculosis. International Standards For Tuberculosis Care (ISTC). Edisi 3. 2014

Dinas Kesehatan, 2019. Rekapitulasi Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB 07). Dinas Kesehatan Kota Padang. Dokter, Fakultas Kedokeran dan Ilmu Kesehatan Universitas

Dkk, S. (2017). No Title. Metode Diagnostik Tb.

Farhangi MA, Keshavarz SA, Eshraghian M, Ostadrahimi A, Saboor-Yaraghi AA. White blood cell count in women: relation to inflammatory biomarkers, haematological profiles, visceral adiposity, and other cardiovascular risk factors 8. J Heal Popul. 2015;31(1606–0997 (Print)):58–64. Ikeu 2017. Stop Tuberkulosis. Penerbit Citra InsanMadani. Bogor 2. Bestari, G danAdang.2017. Perbedaan Kadar Leukosit Sebelum dan Sesudah Pemberian Obat Anti tuberculosis padaFaseAwal.Jurnal. Program Studi Pendidikan.

Febriana Sulistya Pratiwi. (2022). No Titleהכי קשה לראות את מה שבאמת לנגד העינים. הארץ, 2(8.5.2017), 2003–2005. https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/angka-konsumsiikan-ri-naik-jadi-5648kgkapita-pada-2022

Kemenkes. (2023). No Title. Kemenkes.

Lyandi. (n.d.). No Title. 2017.

Misnarliah, & Mudrika. (2021). Pengaruh Penundaan Pewarnaan Preparat Bakteri Tahan Asam Metode Ziehl Neelsen Terhadap Hasil Pemeriksaan Mikroskopik. Jurnal Teknosains Kodepena, 01(o2), 58– 63.

Putriady, E. (2022). Implementasi Kebijakan Pemerintah Permenkes No 67 Tahun 2016 Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Di Kota Medan. JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) eISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543, 3(6), 576–581. https://doi.org/10.36312/10.36312/vol3iss6pp576-581

Rahman, H., Ramli, R., La Patilaiya, H., Hi. Djafar, M., & Musiana, M. (2021). Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam

Pat Miatun, Syarifah Khaironi, Mellysa Rahmita, dan Ranti Siswani /Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains 5 (2) (2017) 71

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan 2013.

Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Indonesia Bebas Tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI 2014

Pencegahan Penyakit Tidak Menular. BAKTI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(1), 1–11. https://doi.org/10.51135/baktivol1iss1pp1-11 WHO. (2020). No Title. Global Repot Tb.

Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat. Jakarta 6. Global Tuberculosis control WHO Report 2018.Tuberculosis profile : Indonesia. [Online]. 2019.[Cited 2011 June 30].

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehtan RI.Tuberkulosis, Temukan, ObatiSampaiSembuh. HariTuberkulosis Sedunia. PUSDATIN 2015.

Zulkifli Amin, Asril Bahar. Tuberkulosis Paru. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid I ed. VI : Jakarta. Interna Publishing 2014 : 863-872.

Downloads

Published

2024-09-29

How to Cite

Reinaldo da Silva, H., & Maulani, Y. (2024). PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM BTA TERHADAP METODE PCR (GENEXPERT) PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU . Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 455–460. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.656

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.