Gambaran Stabilitas Hemodinamik Pada Pemberian Cairan Koloid Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi
DOI:
https://doi.org/10.70437/jpk.v3i1.1758Keywords:
Hemodinamik, Koloid, Sectio Caesarea, StabilitasAbstract
Monitoring hemodinamik menjadi komponen yang sangat penting dalam perawatan pasien karena status hemodinamik yang dapat berubah dengan sangat cepat, terminologi cairan koloid merujuk pada cairan yang mempunyai kandungan makromolekul organik besar serta mempunyai kandungan elektrolit. Dengan karakteristik tersebut maka cairan koloid sering menjadi pilihan untuk resusitasi cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stabilitas hemodinamik pada pemberian cairan koloid pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSI Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien sectio caesarea sebanyak 46 orang, dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata hemodinamik adalah sistole adalah 127,67 mmHg turun menjadi 121,87, mmHg diastole 76,50 mmHg turun menjadi 68,02 mmHg, nadi 99,26 x/menit turun menjadi 88,96 x/menit dan SpO2 99,11% menjadi 99,28%. Adapun hasil dari stailitas hemodinamik itu menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami ketidakstabilan hemodinamik pada tekanan darah sistolik sebesar 29 orang (63%), diastolik sebesar 37 orang (80,4%), dan nadi sebesar 38 orang (82,6%) dan SpO2 stabil sebesar 46 orang (100%) selama 50 menit pengamatan.