Hubungan Kesadaran Diri dan Konsep Diri dengan Penerimaan Diri pada Narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang
DOI:
https://doi.org/10.70437/jpk.v3i1.1192Keywords:
Self-Awareness, Self-Concept, Self-Acceptance, PrisonersAbstract
Kehidupan narapidana di lapas yang serba diatur dan kaku berdampak pada kesiapan narapidana untuk menerima kehilangan kebebasan. Rasa kesadaran dan konsep diri merupakan faktor yang mempengaruhi penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan kesadaran diri dan konsep diri dengan penerimaan diri di Lapas Kelas II A Bangkinang. Penelitian menggunakan desain cross cetional dan dilakukan pada 11 – 15 Desember 2024 dengan jumlah sampel 96 narapidana melalui teknik total smpling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesadaran diri, kusioner konsep diri, dan kuesioner penerimaan diri. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 48 responden (50%) memiliki kesadaran diri rendah, 44 responden (45,8%) memiliki konsep diri rendah, dan 48 responden (50%) memiliki penerimaan diri rendah. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara kesadaran diri dan penerimaan diri dengan peneriman diri pada narapidana di Lapas Kelas II A Bangkinang dengan nilai kesadaran diri (P Value 0,025) dan konsep diri (P Value 0,024). Penelitian ini diharapakan narapidana untuk mampu menghadapi masalah dengan cara yang lebih positif, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan belajar beradaptasi sehingga dapat merubah diri menjadi lebih baik.