Pelatihan Peer Educator Remaja tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Adik Kelas di SMP Negri 23 Kota Jambi
DOI:
https://doi.org/10.70437/jpk.v3i1.1763Abstract
Kekerasan seksual terhadap anak dan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak luas pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan akademik, sementara banyak kasus terjadi di lingkungan sekolah dan tidak terlaporkan. Program berbasis peer education diakui efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan seksual dan pencegahan kekerasan pada remaja di SMP Negri 23 Kota Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih remaja sebagai peer educator dalam pencegahan kekerasan seksual pada adik kelas di sekolah. Desain yang digunakan adalah pra‑eksperimental satu kelompok dengan pre‑test dan post‑test pengetahuan, melibatkan 28 siswa kelas VIII–XI yang dipilih sekolah sebagai calon peer educator. Intervensi dilaksanakan melalui 2–3 sesi pelatihan tatap muka menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, role play, dan simulasi edukasi sebaya. Hasil menunjukkan peningkatan rata‑rata pengetahuan dari kategori sedang menjadi tinggi, serta peningkatan sikap protektif terhadap penolakan sentuhan tidak diinginkan dan pentingnya pelaporan. Secara keterampilan, sebagian besar peserta mampu menjelaskan konsep sentuhan aman, menolak ajakan berisiko secara asertif, dan merespons disclosure dengan empati. Sekolah menyatakan komitmen melanjutkan edukasi sebaya secara rutin. Disimpulkan bahwa pelatihan peer educator remaja berpotensi menjadi model intervensi keperawatan anak berbasis sekolah untuk pencegahan kekerasan seksual dan layak direplikasi dengan penyesuaian konteks lokal.