Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Pendidikan Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.70437/edusiana.v3i2.1492Keywords:
Peran Orang Tua, Pendidikan, Anak Usia DiniAbstract
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Disebut sebagai lingkungan pendidikan pertama karena sebelum manusia mengenal pendidikan yang lain, lingkungan pendidikan inilah yang pertama ada. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Seseorang mungkin ingin bekerja karena ia mengharap bahwa dengan berbuat demikian akan mempengaruhi status sosialnya atau lebih tepat karena ia yakin bahwa orang-orang lain akan lebih suka menerima dia apabila ia berbuat demikian. bekerja dapat dipandang sebagai alat untuk penerimaan dan kehormatan sosial, sedangkan tidak bekerja mungkin dipandang sebagai mengakibatkan penolakkan dan celaan masyarakat. betapa pentingnya pendidikan dan pengajaran disekolah bagi anak-anak karna sekolah berfungsi sebagi pembantu dalam melaksanakan pendidikan anak. Di dalam lingkungan keluarga tidak memenuhi semua kebutuhan anak maka dibantu oleh sekolah. Tapi bukan menjadi tanggung jawab sekolah, kewajiban sekolah adalah membantu keluarga dalam mendidik anak. Dengan pendidikan di sekolah mebuat kualitas manusia diubah ke arah yang lebih baik dan menjadikannya sumberdaya yang berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses dalam meningkatkan, memperbaiki, mengubah pengetahuan, keterampilan serta perilaku seseorang sebagai usaha mencerdaskan manusia melalui kegiatan pengajaran dan pelatihan.
Downloads
References
Kartono, Kartini. 1982. Peran Orang Tua Dalam Memandu Anak. Jakarta: Rajawali.
Munib, A. 2004. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT UNNES Press
Moekijat. 2001. Dasar- Dasar Motivasi. Bandung. Pioner Jaya
Oemar Hamalik Malik. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Persada Depdiknas. 2003. UURI, Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. Rineka Cipta
Sondang P Siagian. 2004. Teori Motiasi Dan Aplikasinya. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syaiful Bachri Djamarah. 2002. Guru-Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta. Rineka Cipta.
Sardiman. 2011. Interaksi Motivasi Belajar Mengajar. RajaGrafindo Persada. Jakarta
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka cipta. Jakarta
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta
Sugihartono,dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press
Uno, Hamzah B. 2007. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Harvard University Press.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic
motivation. American Psychologist, 55(1), 68–78.
Epstein, J. L. (2011). School, Family, and Community Partnerships: Preparing Educators and
Improving Schools. Routledge.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
McClelland, D. C. (1987). Human Motivation. Cambridge University Press.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo
Persada.
Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Vroom, V. H. (1964). Work and Motivation. Wiley.
Winkel, W. S. (2015). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dwi Elsi Flora, Yenda Puspita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






